Thursday, December 28, 2006

Hari ini empat tahun yang lalu …

Inilah hari yang ditunggu-tunggu Papa Sulis dan Mama Siwi empat tahun yang lalu.
Acara pernikahan diawali dengan acara srah-srahan peningsetan dan midodareni di rumah Baciro. Banyak orang komentar, kalo Mama Siwi ”manglingi” alias beda dengan wajah biasanya. Hehehe, itu pertanda bidadari dari surga turun ke dunia, kata orang sih.

Pagi hari 28 Desember 2002 Papa Sulis dan Mama Siwi memberanikan diri maju ke depan Altar untuk saling mengikat janji setia ”until die do us part”. Masih terbayang jelas di depan mata, pagi-pagi buta sudah harus bangun untuk dirias, terus berangkat ke Gereja Santo Antonius setelah diawali dengan alarm mobil pengantin yang tidak bisa dimatiin, alhasil pakailah ’si hitam classy yang setia’ untuk berangkat ke Kotabaru. Puji Tuhan, acara saling menerimakan sakramen perkawinan dapat berjalan dengan lancar.

Sepenggal catatan di bulan Desember tahun 2002
Bapa, kalau kami boleh bertemu, itu karena rencana-Mu.
Kalau kami boleh melangkah dan tumbuh bersama, itu karena pertolongan-Mu.
Kalau kami boleh menata hati, membangun kasih dalam suka dan duka,
itu semata karena kasih-Mu.
Kalau kami akhirnya tiba di lembar awal kehidupan yang baru
dan membangun masa depan berdua dalam ikatan kasih abadi,
itu hanya karena anugerah-Mu.
Kiranya Engkau sekarang berkenan, memberkati keluarga kami ini, agar tetap ada di hadapan-Mu untuk selama-lamanya.
Terima kasih Bapa ... Engkau membuat segala sesuatu indah pada waktunya.

Sorenya, pernikahan dilanjutkan dengan acara panggih dan resepsi di Balai Shinta, Gedung Mandala Bhakti Wanita Tama. Acara cukup meriah, dihadiri lebih kurang 1.500 orang tamu dan keluarga, meski di beberapa tempat di kota Yogya sempat diguyur hujan.
Sekali lagi Tuhan bermurah hati dengan memberikan kelancaran bagi seluruh acara.

Empat tahun sudah waktu berlalu ....
Hari ini, saat ini, detik ini ... Papa Sulis dan Mama Siwi tidak hanya berdua.
Kehidupan keluarga telah dilengkapi dengan kehadiran Anin ”Ipyuk” tercinta, juga calon adik Anin yang sekarang sudah lima bulan di perut Mama Siwi.
Meski kehidupan empat tahun ini bukan tahun-tahun yang mudah dijalani, tapi keyakinan bahwa Tuhan selalu menyertai keluarga yang kami bangun ini senantiasa kami pertahankan.
Terima kasih Tuhan, atas anugerah-anugerah terindah dalam kehidupan keluarga kami.

1 Comments:

At 3:22 PM, Blogger ari_hartanto said...

Ya ampun sampai lupa kalo hari ini ada yang berulang tahun... Happy wedding anniversary ya... semoga Keluarga Sulistyanto selalu diberi berkat oleh Tuhan Yesus... semoga Papa Sulis dan Mama Siwi selalu rukun dan mesra dalam menjalani hari-hari mendidik mbak Anin dan calon adik baru nanti... Amin.

 

Post a Comment

<< Home

Daisypath Ticker