Anin sudah mau sekolah lhooo
Hari itu Mama Siwi memang punya acara ngembaliin formulir pendaftaran sekolah Anin, sekaligus negosiasi Dana Pengembangan Sekolah alias dana sumbangan gedung, mumpung Mama Siwi masih bisa kemana-mana sebelum kelahiran adiknya Anin. Mahal juga lho sekolah Anin, untuk Dana Pengembangan Sekolah, uang seragam, uang kegiatan, dan lain-lain semuanya kira-kira Rp 3,3 juta. Itu tambah SPP per bulan Rp 125.000,00. Waduh, baru juga sekolahnya anak kecil sudah semahal itu ya, gimana nanti kalau sekolah di perguruan tinggi, nak ??? Jangan-jangan Mama dan Papamu nggak sanggup nyekolahin kamu, hehehe, aneh kali ya, anak dosen kok nggak bisa nyekolahin anaknya ke universitas.
Sepulang dari ngurus sekolah Anin, Mama Siwi membawa pulang seragam-seragam sekolah Anin. Bisa dipastiin deh, jadilah Anin ‘fashion show’ di depan Eyang Putri dan Eyang Kakung Mardjo. Semuanya ada 3 seragam, seragam kotak-kotak merah dengan rompi untuk Senin dan Selasa, seragam putih kotak-kotak hijau untuk Rabu dan Kamis, sedangkan kaos dan celana olah raga untuk Jumat. Oya, Anin masuk 5 hari dalam satu minggu, cuman 1,5 jam, bisa masuk pagi pukul 07.30-09.00 atau masuk siang pukul 09.30-11.00. Bergiliran setiap 1 bulan bergantian masuk pagi atau masuk siang.



Pada saat Anin mencoba baju seragam satu per satu, sebenarnya Mama Siwi berkali-kali tertegun lhooo, ternyata “anakku sudah besar ya”, rasanya kok baru kemarin melahirkan dia, kok sekarang sudah mau sekolah. Kelihatan dewasa juga Anin waktu pakai baju seragam. Mana anaknya juga semangat abis. Yang penting, satu ya Nak, yang rajin belajar, biar Mama dan Papamu semangat kerja karena punya anak yang rajin.
ANAK BELAJAR DARI KEHIDUPAN
Bila anak hidup dalam kritikan, ia belajar menyalahkan orang.
Bila anak hidup dimusuhi, ia belajar untuk melawan.
Bila anak hidup dalam ejekan, ia belajar jadi pemalu.
Bila anak hidup dalam toleransi, ia belajar menjadi sabar.
Bila anak hidup dengan diberi semangat, ia belajar punya harga diri.
Bila anak hidup dengan pujian, ia belajar untuk menghargai orang lain.
Bila anak hidup dengan keadilan, ia belajar membela kebenaran.
Bila anak hidup dengan kepastian, ia belajar memperoleh keberanian.
Bila anak hidup dengan persetujuan, ia belajar menyukai dirinya.
Bila anak hidup dalam penerimaan dan persahabatan, ia belajar mencintai sesama di dunia ini.
(Dorothy Nolte)

0 Comments:
Post a Comment
<< Home