Hari pertama Mama Siwi ‘bebas’ dari segala urusan kantor
Hehehe, lucu juga baca judul di atas. Memang benar Mama Siwi mulai Senin 30 April 2007 sudah bebas dari segala tugas mengajar di kampus, maklumlah, Mama Siwi memang sengaja mengajukan semua kuliah semester ini, semuanya berakhir Jumat, 27 April 2007 lalu. Berbeda dengan biasanya, semester genap 2006/2007 ini Mama Siwi memang mengajar cukup banyak, 5 klas reguler + 2 klas remedial (untuk mahasiswa yang kena pergantian kurikulum) + 1 klas MM. Puji Tuhan, semuanya sudah kelar, jadi Mama Siwi bisa lebih konsentrasi mempersiapkan persalinan adiknya Anin.
Oya, mau lihat foto-foto USG adik Anin di perut Mama Siwi tidak?


Ini nih, foto pertama dan kedua yang diambil 18 Januari 2007, tepatnya setelah sehari sebelumnya Mama Siwi mengalami perdarahan alias flek. Syukurlah, kondisi adik Anin baik-baik saja. Mungkin karena saat kontrol sehari sebelumnya Mama Siwi bawanya mobil agak tergesa-gesa dan jalanan agak ‘crowded’, mana waktu itu periksanya ke rumah dokter di Rejowinangun cuma berdua dengan Anin. Hehehe, beginilah nasibnya jauh dari suami, sekaligus ‘single parent’ Senin sampai Jumat/Sabtu buat anak.
Eh, ngomongin soal flek, waktu itu Mama Siwi panik juga lho, habisnya nggak merasa ‘njil-njilan’ kok bisa ya keluar darah segar, mana ketauannya di toilet praktik dokter. Berhubung takut kenapa-kenapa, demikian selesai periksa dokter, Mama Siwi diminta langsung pulang dan istirahat. Untung malam itu sudah berhenti. Dokter sempat pesan sih, kalau tidak berhenti sebaiknya istirahat langsung ke RS. Oya, keesokan harinya Papa Sulis sudah sampai Yogya, trus menemani USG di Klinik Sang Timur, dekat Pasar Sentul, Yogya.

Nah, foto ketiga dan keempat ini diambil 2 April 2007 tepat ketika adik Anin berusia 33 minggu. Gambar USG ini diambil di Klinik Permata Hati RS Sardjito. Konon klinik ini adalah ‘klinik swastanya’ RS Sardjito, klinik mahal yang biasa untuk orang-orang yang sedang berusaha punya anak, tetapi belum berhasil. Pertanyaannya kenapa USG harus di sana? Gampang aja sih alasannya, berhubung Dr. Amino Rahardjo, Sp.Og. alias dokter kandungan Mama Siwi adalah dokter tetap di klinik itu, meski beliau praktik juga sih di RS Panti Rapih, sekalipun hanya seminggu sekali. Selain itu, alat untuk USG di klinik ini paling canggih di Yogya, sudah berwarna, tapi sekaligus paling mahal di Yogya.
Buat yang sudah lihat foto-foto USG ini, silakan menebak deh, apakah adik Anin nanti cowok atau cewek. Tapi yang jelas, Mama Siwi dan Papa Sulis tidak nanya ke dokter tentang jenis kelamin si kecil. Biar surprise saja buat semuanya. Secara prinsip sih, apapun yang Tuhan berikan, itu semua adalah anugerah yang paling berharga buat kami berdua, eh bertiga dengan Anin ding ....
Pokoknya hari-hari ini sengaja Mama Siwi akan lebih berkonsentrasi menyongsong kehadiran si kecil, memperbaiki pola makan dan istirahat yang cukup untuk mempersiapkan tenaga buat persalinan nanti. Kayaknya Anin juga ’very exciting’ karena akan punya adik bayi. Oya, box pakaian Anin sudah dilimpahkan ke adiknya lhoo, sedangkan Anin dapat almari pakaian baru dari Papa Sulis, lengkap dengan gantungan baju agar baju-baju seragam sekolahnya tidak kusut nantinya.
Untuk kehadiran adik bayi, Papa Sulis juga sudah mbeliin box bayi baru, coklat warnanya. Hehehe, padahal waktu Anin lahir dulu Anin pakai box bayi ’war-lu’ alias warisan leluhur, karena box itu dipakai banyak orang, termasuk pernah dipakai Tante Ari. Pokoknya box bayi kuno deh, dari besi gitu, berat tapi kuat bener. Oya, waktu beli box bayi untuk adik Anin itu, Papa Sulis bilang, ”Dulu nggak bisa mbeliin Anin box bayi karena papa dan mama masih miskin, nah sekarang ya masih miskin”, hehehehe, ada-ada saja ....

0 Comments:
Post a Comment
<< Home