Nanti Mama Hilang
Rabu malam ini (20 Juni 2007) Mama Siwi harus berangkat ke Cirebon, pakai kereta api Bima jam 22.50 WIB. Malam sekali ya, memang sih, karena ini kereta api dari Surabaya ke Jakarta. Kebetulan ini satu-satunya kereta api malam yang berhenti di kota Cirebon. Oya, Mama Siwi akan ngasih In House Training di Cirebon, pesertanya karyawan UP VI PT Pertamina Balongan. Lumayan lama juga Mama Siwi tidak ngasih In House Training, karena biasanya lebih banyak ngasih Public Training di Yogya saja. Memang sih acaranya di Cirebon, bukan di Indramayu, tempat Pertamina berdomisili. Topik trainingnya tentang Competency Based Interview, salah satu bidang keahlian Mama Siwi.
Nah, berhubung Dik Adid masih terlalu kecil, maka Papa Sulis ‘musti rela’ stand by di Yogya demi menjaga anak-anak. Hehehehe, sekali-sekali merasakan betapa repotnya mendampingi anak-anak yang masih balita, kalo nangis satu pasti yang satunya ikutan nangis, alias tidak bisa tidur nyenyak di malam hari. Jadilah Rabu malam, beberapa jam sebelum Mama Siwi berangkat, Papa Sulis sudah sampai Yogya.
Malam harinya, Papa Sulis dan Mbak Anin mengantar Mama Siwi ke Stasiun Tugu. Sesampai di Stasiun Tugu, Mama Siwi tidak mau ditemani, kasihan Adid kalau ditinggal lama-lama dengan eyangnya di rumah. Tapi apa yang terjadi kemudian??? Pas Mama Siwi pamit ke Mbak Anin, ternyata Mbak Anin malahan nangis keras di dalam mobil, katanya Mama Siwi tidak boleh pergi. Aduuuh, gimana nih ... Mama Siwi berusaha ngediemin tangisnya Mbak Anin, tetap tidak bisa juga, tapi ya mau bagaimana lagi, berhubung harus tetap pergi, ya terpaksa melihat Mbak Anin menangis seperti itu.
Di kemudian hari, setelah kembali ke Yogya, Mbak Anin ditanya oleh Mama Siwi, kenapa tempo hari nangis waktu nganter ke stasiun. Jawabnya adalah ”Anin takut Mama hilang, kayak di Adam El (begitu Mbak Anin mengeja Adam Air, berhubung belum bisa mengucap huruf ”r”) itu lhoo, Ma ... Astaganaga, ternyata anakku begitu peka perasaannya. Ketakutan yang wajar sebenarnya, yang kadangkala malahan tidak disadari oleh kita-kita orang tua. Habis bagaimana lagi, sejak pagi, anak-anak selalu dihujani dengan seribu satu tontonan dan berita dari televisi. Acapkali, Mama Siwi belum tau berita pagi itu, ehhhh Mbak Anin sudah laporan duluan, kalo ada kecelakaan kereta apilah, hilangnya pesawatlah, tergelincirnya pesawatlah, tenggelamnya kapallah ... Yachh, memang hidup itu penuh dengan risiko, tapi daripada pusing mikirin yang satu itu, lebih baik pasrah pada kehendak Yang Kuasa.... Andai Kutau .... begitu katanya Ungu.

0 Comments:
Post a Comment
<< Home