Saturday, July 28, 2007

Home Sweet Home (part 6)

Setelah proses pembangunan rumah yang melewati batas waktu yang telah disepakati dengan developer, akhirnya selesailah rumah yang diidam-idamkan Keluarga Sulistyanto. Sebuah rumah mungil (ini bener-bener mungil), di sebuah perumahan, masih tergolong di tengah kota alias di area Ring 1 (begitu istilahnya).
Sesuai kesepakatan dengan developer PT Gerbang Madani Group, hari Sabtu 28 Juli 2007 ini telah terjadi serah terima rumah. Thanks, God!!! Nah, dalam waktu 60 hari rumah ini masih bergaransi. Jadi apabila ada hal-hal yang masih kurang, developer masih tertanggung jawab. Rencananya sih, selama masa garansi, rumah akan kami tempati setiap weekend tiba. Setelah masa garansi habis, maka akan dilakukan pembangunan kamar belakang dengan di-dak agar jemuran dapat dinaikkan ke atas.

Friday, July 27, 2007

Cuci tangan, lalu “Atas Nama Bapa ….”

Itulah ajaran Anin ke Mama Siwi. Begini ceritanya. Sepulang sekolah, masih dalam boncengan di depan sepeda motor, Mama Siwi bertanya ke Anin, di sekolah diajari apa? Jawab Anin, “Mama, kalo mau maem, cuci tangan dulu ya, lalu Atas Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus Amin” Hehhehe, siapa nak yang mengajari? Bu Guru, begitu spontan Anin menjawab. Wahhh, ternyata ajaran Bu Guru lebih okay dibandingkan 1001 ajaran dari orang tuanya. Memang mujarab bener deh yang namanya Bu Guru itu. Padahal, sebenarnya Mama Siwi dan Papa Sulis khan guru juga, tapi gurunya mahasiswa, bukan guru playgroup.

Tuesday, July 24, 2007

Mama dan Papa Kerja di Hotel ya???

Itulah pertanyaan lugu dari mulut Anin. Tidak salah juga jika Anin bertanya demikian, karena Anin tahu orang tuanya mengerjakan sesuatu di hotel, tepatnya di Hotel Melia Purosani. Memang betul, Mama Siwi dan Papa Sulis sering memberi pelatihan di hotel tersebut, tapi mana paham Anin dengan apa itu pelatihan. Tahunya ya, mama dan papa kerja di hotel. Hehehhe
Memang sih, tidak setiap minggu ada pelatihan buat Mama Siwi atau Papa Sulis. Tapi sekurang-kurangnya dalam satu bulan pasti ada pelatihan yang dipegang, jadi lumayan juga bisa nambah-nambah ’dapur keluarga’. Begitu khan???

Friday, July 20, 2007

Beginilah Rasanya Menjadi ”The Real Mom”

Lima hari sudah Mama Siwi punya aktivitas baru, mengantar, menunggui, dan menjemput Anin sekolah. Untuk minggu pertama ini sekolah playgroup Anin hanya 45 menit, dari pukul 07.30 sampai 08.15 WIB. Jadi tanggung sekali kalau waktu 45 menit itu dipakai pergi ke tempat lain, alhasil lebih baik menunggu saja di depan sekolah. Tapi bisa dipastikan deh, boring juga rasanya. Mana tempat menunggunya penuh sesak, maklumlah semua anak playgroup dan TK masih ditunggui orang tuanya.
Pagi-pagi bangun pukul 05.00 untuk menyiapkan segala keperluan Anin. Berhubung Mama Siwi belum berhasil mendapatkan 1 pengasuh lagi untuk anak-anak, selain Mbak Atun yang selama ini megang Adid, maka untuk segala urusan anak-anak terutama pagi hari, Mama Siwi harus ikutan membantu kerjaan Mbak Atun. Jadi Mama Siwi memandikan Adid, sementara Anin dimandikan dilanjutkan disuapi sarapan pagi oleh Mbak Atun. Sedangkan Mama Siwi mandi dan langsung ‘memerah ASI’ dengan Medela, setelah itu ikutan sarapan juga. Semua selesai, tepat pukul 7 kurang 5 menit, lalu Mama Siwi mendadani Anin dengan seragam sekolahnya. Pukul 07.05 baru deh Mama Siwi berangkat mengantar Anin ke sekolah dengan pakai sepeda motor yang lebih cepat, lebih praktis, dan lebih murah tentunya. Apalagi udara pagi masih bersih, segar sekali rasanya, pelan-pelan ke sekolah, ternyata cuman 10-15 menit lamanya.
Selesai segala urusan Anin, pukul 09.30 WIB Mama Siwi berangkat ke kampus UAJY. Mengerjakan segala urusan kantor (rapat, bimbingan mahasiswa, dsb), lalu pukul 13.00 WIB mengajar sampai 15.30. Pulang deh ke rumah, sampai di rumah sudah menunggu anak-anak mungil yang tidak pernah jera ’ngerjain’ mamanya. Tidak lupa juga tingkah polah Anin yang bisa dipastikan akan menanyakan oleh-oleh makanan sisa rapat yang sering dibawa pulang mamanya. Hehehehe ... sama juga dengan masa kecil Mama Siwi.
Sepanjang sore hingga malam hari, jika Mama Siwi bisa istirahat pasti berusaha untuk istirahat, karena biasanya malam hingga dini hari Adid masih suka begadang. Bisa dipastikan selepas tengah malam sampai pagi hari pukul 04.30 Adid lebih rewel daripada pagi atau siang hari. Kalo ternyata masih ada kerjaan kantor yang harus diselesaikan ya Mama Siwi langsung kerjakan, itupun pasti digangguin Anin. Maklum deh, biasanya kalo mamanya tidak ngapa-ngapain pasti didiemin, demikian lihat mamanya ngerjain kerjaan kantor biasanya langsung direcokin. Duuuuhh, nak, bagaimana mamamu bisa cari uang buat beli susu dong, kalo digangguin terus begini ?!
Begitulah kehidupan Mama Siwi 5 hari ini. Menyenangkan pasti, tapi juga sangat melelahkan yang jelas. Terus terang yang paling berat adalah melek malam sampai dini hari kalau Adid rewel. Addduhhh, mana kekuatan badan Mama Siwi juga terbatas. Penginnya tidur malam, tapi Adid rewel dan minta gendongan melulu. Jika tidak digendong alias diletakkan tempat tidur pasti akan nangis. Mana kadangkala nggak ada yang nemani lagi. Papa Sulis ada di Semarang. Mau minta tolong Mbak Atun nggak tega juga rasanya, karena Mbak Atun sudah kerja serabutan seharian ini dan mengasuh anak-anak kalau Mama Siwi keluar rumah. Terpaksanya minta tolong Eyang Mardjo Kakung untuk ganti nggendong Adid. Habis mau gimana lagi. Kadangkala kalau situasi begini, terbersit pikiran nakal “Kapan sih Papa Sulis bisa masuk atau pindah ke Yogya, kumpul dengan keluarganya”. Kapan ya, Pa … kali-kali kalau nanti pensiun ya. Itu mah sama juga boong, khan anak-anak pasti sudah besar. Mama Siwi nggak bisa ngebayangin deh, kerepotan beberapa tahun lagi seperti apa, kalau Anin sudah kenal kursus atau les, juga kalau sore hari harus mengajari Anin mengerjakan pekerjaan rumah (PR)-nya. Tapi ya mau gimana lagi, sudah diniati kok, ya dinikmati saja. Memang itulah kerepotan seorang ibu. Celakanya kalau si ibu itu juga kerja di sektor formal atau kerja kantoran kayak Mama Siwi. Anyway, Mama Siwi masih bersyukur kok, kerja sebagai dosen dengan waktu kerja yang lebih fleksibel, daripada Tante Ari yang kerja di perusahaan full time dari pagi sampai sore hari itu. Pasti beda ya dinamika hidupnya dengan Mama Siwi.

WANITA
Ketika Tuhan menciptakan wanita, Dia lembur pada hari keenam.
Malaikat datang dan bertanya,”Mengapa begitu lama, Tuhan?”
Tuhan menjawab:
“Sudahkan engkau lihat semua detail yang Ku-buat untuk menciptakan mereka?"
“Dua tangan ini harus bisa dibersihkan, tetapi bahannya bukan dari plastik. Setidaknya terdiri dari dua ratus bagian yang bisa digerakkan dan berfungsi baik untuk segala jenis makanan. Mampu menjaga banyak anak pada saat yang bersamaan. Punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan dan semua dilakukannya cukup dengan dua tangan ini”
Malaikat itu takjub.
“Hanya dengan dua tangan?....impossible! Dan itu model standard?!”
“Sudahlah TUHAN, cukup dulu untuk hari ini, besok kita lanjutkan lagi untuk menyempurnakannya“.
“Oh.. Tidak, Aku akan menyelesaikan ciptaan ini,
karena ini adalah ciptaan favorit-Ku”.
“Oya… dia juga akan mampu menyembuhkan dirinya sendiri,
dan bisa bekerja delapan belas jam sehari”.
Malaikat mendekat dan mengamati bentuk wanita-ciptaan Tuhan itu.
“Tapi Engkau membuatnya begitu lembut Tuhan?” “Yah.. Aku membuatnya lembut. Tapi engkau belum bisa membayangkan kekuatan yang Aku berikan agar mereka dapat mengatasi banyak hal yang luar biasa”.
“Dia bisa berpikir?”, tanya malaikat.
Tuhan menjawab:
“Tidak hanya berpikir, dia mampu bernegosiasi."
Malaikat itu menyentuh dagunya....
“Tuhan, Engkau buat ciptaan ini kelihatan lelah & rapuh!
Seolah terlalu banyak beban baginya”.
“Itu bukan lelah atau rapuh....itu air mata”, koreksi Tuhan.
“Untuk apa?”, tanya malaikat
Tuhan melanjutkan:
“Air mata adalah salah satu cara dia mengekspresikan kegembiraan, kegalauan, cinta, kesepian, penderitaan dan kebanggaan”.
“Luar biasa, Engkau jenius Tuhan” kata malaikat.
“Engkau memikirkan segala sesuatunya,
wanita ciptaan-Mu ini akan sungguh menakjubkan!"
Ya pasti…!
Wanita ini akan mempunyai kekuatan mempesona laki-laki.
Dia dapat mengatasi beban bahkan melebihi laki-laki.
Dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri.
Dia mampu tersenyum bahkan saat hatinya menjerit.
Mampu menyanyi saat menangis, menangis saat terharu,
bahkan tertawa saat ketakutan.
Dia berkorban demi orang-orang yang dicintainya.
Mampu berdiri melawan ketidakadilan.
Dia tidak menolak kalau melihat yang lebih baik.
Dia menerjunkan dirinya untuk keluarganya.
Dia membawa temannya yang sakit untuk berobat.
Cintanya tanpa syarat.
Dia menangis saat melihat anaknya menjadi pemenang.
Dia girang dan bersorak saat melihat kawannya tertawa .
Dia begitu bahagia mendengar kelahiran.
Hatinya begitu sedih mendengar berita sakit dan kematian.
Tetapi dia selalu punya kekuatan untuk mengatasi hidup.
Dia tahu bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka.
Hanya ada satu hal yang kurang dari wanita:
DIA LUPA BETAPA BERHARGANYA DIA ...
Interprated by :
Lins_View inspires Y’all from any sources
Deeply Humble www.lintong.s5.com

Wednesday, July 18, 2007

Kalo ada Si Ketel, ada juga Si Gundul

Itulah julukan Papa Sulis ke Anin, habisnya sampai dengan Anin berusia 6 bulan tetap saja Anin itu tidak punya rambut, kalaulah ada, ya tipis sekali. Sangat berbeda dengan rambut Adid. Yach, itulah anak. Yang sulung meniru rambut Mama Siwi yang memang dari sononya itu tipis dan lemes betul. Sedangkan yang bungsu (semoga ya) meniru rambut Papa Sulis yang ketel dan tebel. Mau lihat perbedaannya? Silakan deh diperbandingkan sendiri. Ini foto Anin bahkan saat berusia 2 bulan saja masih kalah ketel dengan rambut Adid.

Tuesday, July 17, 2007

Si Rambut "Ketel"

Ini dia wajah Adid ... rambutnya lumayan banyak, sampai Mama Siwi merasa sayang untuk mencukurnya ... Oya, kabar terbaru, Adid sudah 5,3 kg, panjang 58 cm, padahal umurnya baru 2 bulan

Monday, July 16, 2007

Aktivitas Baru Mama … TERNAK=anTER jemput aNAK

Hari ini adalah hari pertama Anin sekolah, memang sih, baru playgroup. Kayaknya yang sekolah itu Anin, tapi kenapa mamanya ikutan semangat ya, hehehe. Sejak semalam, Mama Siwi sudah menyiapkan tas sekolah lengkap dengan alat tulis, pastel, dan buku gambar, bekal makanan dan minuman, pakaian seragam baru Anin yang kotak-kotak merah, juga kaos kaki putih bertuliskan TK Marsudirini, plus sepatu hitam.Kenapa ya, anak-anak sekolah harus pakai sepatu hitam, biar seragam kali ya, sekaligus menghilangkan kecemburuan sosial kalo sepatu warna-warni.
Pagi ini, ternyata tidak semulus seperti yang diperkirakan semula. Mau tau sebabnya? Karena Mbak Atun (mbak yang ngemong anak-anak) baru pulang ke GunKid sejak kemarin Minggu untuk nyari mbak lagi sebagai teman, janjinya sih siang sudah datang. Celakanya, Papa Sulis sedang tidak sehat sejak Sabtu, demam, batuk, dan diare. Untung deh, Adid tidak rewel semalam (setelah 2 malam berturut-turut rewel dan nangis terus sepanjang malam), jadi Mama bisa istirahat. Itupun, tadi pagi bangun kesiangan, sudah pasang weker jam 5, tapi baru bangun jam 5.30. It’s ok!! Syukur sekali, pas ke ruang makan, Eyang Kakung Mardjo sudah masang rice cooker, jadi Mama Siwi tinggal nyiapin air buat mandi, air buat minum susu, dan masak sarapan pagi buat Anin. Tumben tadi Anin juga cepat sekali bangunnya, tidak pakai nangis seperti biasanya. Kayaknya dia semangat juga mau sekolah. Mandi pagi dengan Papa Sulis, sementara Mama Siwi memandikan Adid. Lalu sarapan dengan papa, dilanjutkan dengan mama. Selesailah sudah semua urusan, tepat 07.05 berangkat ke sekolah pakai motor. Jalan pelan-pelan sambil menikmati udara pagi. Asyik juga ternyata.

Sesampai sekolah, suasana sudah ramai. Semua anak diantar orang tuanya. Oya, hari I sampai III orang tua boleh masuk ke dalam sekolah. Anin dapat Klas Bermain I, jadi untuk ½ bulan Juli dan Agustus nanti masuk pagi dari 07.30 sampai 09.00 WIB. Terus nanti ganti masuk siang, 09.30 sampai 11.00 WIB. Tiap bulan bertukar. Rencananya sih, kalo Mama Siwi tidak ada acara mengajar atau ngasih training, akan dianter jemput mama, lumayan juga ngirit “becak-an”, bisa berhemat Rp 10.000,00 X 2.
Demikian masuk ruang kelas, Anin langsung kegirangan, karena ruang kelas berdampingan dengan ruang bermain. Ada luncuran, ada boneka, ada susun gambar, pokoknya macam-macam deh. Mana temboknya penuh lukisan. Kayaknya Anin enjoy aja tuh. Nyatanya langsung lupa kalo dianter mamanya. Sibuk bermain naik turun luncuran. Padahal nih, ada lo anak cowok yang nangis, nempel terus ke mamanya.
Oya, ibu guru Anin adalah Bu Sisil dan Bu Ani. Baik-baik kayaknya. Ya musti baik dan sabar ya. Buktinya. Belum juga 15 menit Anin di klas, sudah minta pipis, jadi deh, ibu guru Ani mengantarnya ke kamar mandi, sambil bawa tissue. Hehehe, untung deh, Mama Siwi bukan ibu guru playgroup ya, siswanya Mama Siwi khan udah gedhe-gedhe jadi nggak perlu mbantu di urusan domestik kayak begituan.
Hari pertama sekolah diwarnai dengan perkenalan, trus tiap siswa diberi name tag yang harus dipakai, biar ibu gurunya cepat hafal nama. Setelah perkenalan, nyanyi dan main tepuk tangan. Sekolah hari pertama diakhiri dengan minum dan makan bekal yang dibawa dari rumah. Oya, tadi ada lo, anak yang masih minum susu pakai dot. Trus bu guru bilang, besok lagi nggak boleh pakai dot. Hehehe, untung deh, menjelang Adid lahir, Anin sudah mau menghentikan pemakaian dotnya. Tepat, jam 08.15 sekolah playgroup Anin selesai. Trus anak-anak berbaris menuju pintu keluar. Berjalan sambil menjabat tangan ibu gurunya. Masak to, Anin jabat tangan sambil cium tangan bu guru. Hehehe, jowo banget ya. Ok, Nin, ayo kita pulang. Mama seneng kok dengan aktivitas baru ini. Sepanjang jalan, Anin cerita soal sekolahnya. Mama akan berusaha menjalani aktivitas ini tanpa beban. Dilakoni saja, pasti nanti akan terbiasa juga. Begitu ya, nak …

Thursday, July 12, 2007

Ulang Tahun Eyang Putri Klaten

Hari ini memang hari ulang tahun Eyang Putri Klaten. Mama Siwi dan Mbak Anin sudah menelpon Eyang Putri Klaten untuk kasih selamat. ”Selamat ulang tahun ya, Eyang, semoga panjang umur dan bisa menunggui cucu-cucu”. Entah deh, kayaknya bisa dipastiin Papa Sulis lupa sama ulang tahun ibunya sendiri. Dulu sih pernah Papa Sulis bilang, mungkin karena semua anak itu laki-laki, jadi tidak terlalu perhatian dengan hari ulang tahun orang tuanya. Iya sih, yang diinget pasti cuman hari ulang tahun cewek-ceweknya.
Oya, jadi inget, setahun yang lalu, saat ulang tahun Eyang Putri Klaten itu bertepatan dengan status Mama Siwi dan Mbak Anin jadi pengungsi di Klaten gara-gara gempa bumi dahsyat itu. Waktu itu, sepulang kerja dari Yogya, Mama Siwi beli roti tart dan ngajak Oom Bambang pulang ke Klaten. Sampai di Klaten, Papa Sulis kebetulan juga sudah pulang dari Semarang, jadilah pesta roti tart.

Wednesday, July 11, 2007

Menemani Mama ke Dokter Gigi

Kira-kira 2 minggu yang lalu, salah satu gigi Mama Siwi patah, cuman kecil sih. Nah, terus didiamkan saja, ternyata persis di bawah gigi yang patah itu berlubang, alhasil, sejak beberapa hari ini (seiring dengan dinginnya kota Yogya) gigi Mama Siwi terasa senut-senut. Berhubung masih ngajar training Risk Management di Hotel Melia, maka musti nunggu pelatihannya selesai dulu. Nah, setelah longgar, maka Mama Siwi ke rumah praktiknya dokter gigi Ratna, ini dokter gigi langganan Mama Siwi dan Papa Sulis. Berhubung di rumah hanya ada Mbak Atun, maka Mbak Anin diajak ke dokter gigi sekalian, biar Mbak Atun nggak terlalu repot megang anak 2. Hitung-hitung sambil membiasakan diri Mbak Anin ketemu dokter gigi. Ternyata Anin tidak takut tuh ketemu dokter gigi, juga ketika melihat kursi periksanya. Hehehe, Mbak Anin jelas sudah punya bayangan looo tentang dokter gigi itu seperti apa. Maklumlah, dia suka melihat Mr. Bean, kebetulan dalam salah satu episodenya khan ada cerita Mr. Bean sakit gigi. Waktu nunggu giliran dipanggil dokter, Mbak Anin bilang, “Mama sihhh, gosok giginya nggak bersih!!!” Hehehehe, anak kok menasihati orang tua. Itulah Mbak Anin, yang selalu saja ada kalimat-kalimat tak terduga keluar dari mulutnya. Emang sih, kalau tidak hati-hati, bakalan kalah deh, berdebat dengan Anin.

Thursday, July 05, 2007

SNOW WORLD at Saphir Square

Inilah dunianya baru Yogya. Maklum deh, Yogya ini khan lumayan langka hiburan. Nah, sejak beberapa minggu yang lalu nih, di Mal Saphir Square ada Snow World. Kira-kira seperti kita pergi ke kutub utara deh. Masuknya harus pakai jaket tebal, dipinjami dari penyelenggara, terus ketika masuk di dalamnya dingin sekali karena suhu jelas di bawah 0 derajat Celsius. Di sana bisa lihat banyak pahatan es batu yang dibentuk lucu-lucu, ada Mickey Mouse, ada Donald Bebek, ada Candi Prambanan, ada Garuda Pancasila, ada hewan-hewan, ada juga boneka salju. Sampai lupa, di dalam juga ada luncuran es, wahhh, asyik deh, meluncur dari atas. Sampai 2 kali looo kami meluncur.

Oya, yang berangkat nonton Snow World ini Mama Siwi, Mbak Anin, Oom Bambang, dan Tante Fifin. Mama Siwi dan Mbak Anin sudah persiapan dari rumah, memakai pakaian tebal, juga pakai sepatu dan kaos kaki. Sementara Oom Bambang dan Tante Fifin nggak persiapan sama sekali, jadi pastilah mereka lebih kedinginan. Praktis, Mbak Anin yang paling nyantai karena dia sudah terbungkus rapat dengan kaos dan celana panjang, masih pakai jaketnya sendiri, tidak lupa kaos kaki dan sepatu kets. Pokoknya orang yang paling siap masuk Snow World cuman Mbak Anin deh.

Cuman ya itu tadi, tiket masuknya lumayan mahal. Untuk dewasa Rp 30 ribu, untuk anak-anak Rp 20 ribu. Jadi biar nggak terlalu rugi, kami sengaja masuk ke dalam untuk yang kedua kalinya. Hehehehe ...

Tuesday, July 03, 2007

Ohhh, Anakku Makin Dewasa Saja

Ini cerita setelah acara ngundhuh mantu Oom Bambang dan Tante Fifin. Kebetulan, dalam rangka acara itu, Anin dan Papa Sulis tidur di Klaten hari Sabtunya, meskipun Minggu pagi-pagi sekali Papa Sulis sudah menjemput Mama Siwi di Yogya. Sepulang dari seluruh acara. Di rumah, Anin menghampiri adiknya, Adid. Lalu Anin berkata begini, “Dik, kata Mama, kemarin Adid rewel ya? Kenapa? Kangen ya sama Mbak Anin? Iya, dik, Mbak Anin kemarin di tempat Eyang Klaten, jangan rewel lagi ya, kasihan Mama” Hehehehe, bisa juga anak sulungku ini .... Mungkin karena Anin itu cewek, konon katanya anak cewek kedewasaannya tumbuh lebih cepat daripada cowok. Benar nggak sih???

Monday, July 02, 2007

Mas Aga dan Mbak Tika

Selain Dik Putri dan Dik Laras di Jakarta, Anin dan Adid masih punya saudara-saudara sepupu lain, yaitu Mas Aga dan Mbak Tika. Mereka berdua itu anak-anak dari Pakde Sus dan Bude Ari. Keduanya tinggal di Yogya juga sebenarnya, tepatnya di Langenastran, dekat alun-alun selatan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Tetapi Anin bertemu Mas Aga dan Mbak Tika biasanya di Klaten, kalo pas di rumah Bareng sedang ada acara.
Oya, nanti Anin akan sekolah di sekolah yang sama dengan sekolah Mas Aga dan Mbak Tika, di Marsudirini Yogya. Jadi pasti nanti akan sering-sering bertemu dengan mereka. Juga bertemu dengan Pakde Sus, denger-denger sih, Pakde Sus yang selalu mengantar jemput Mas Aga dan Mbak Tika.

Nikahan Oom Bambang dan Tante Fifin (part II)

Bukan nikahan lagi apalagi nikah 2 kali looo … tapi kali ini acara “ngundhuh mantu”. Mirip sih dengan acara resepsi pernikahan minggu yang lalu, tetapi di pihak cowoknya. Jadi acara ngundhuh mantu ini berlangsung di rumah Eyang Klaten di Bareng Klaten yang berlangsung tepat seminggu kemudian, hari Minggu 1 Juli 2007.
Sejak beberapa hari rumah Bareng kelihatan kesibukannya, mulai dari berbenah rumah, sampai memasang tratag dan meja kursi tamu.
Seperti minggu lalu, Mama Siwi juga dandan salon di Yogya. Eh, sempat ada accident lhoo pagi itu. Masak to, Mama Siwi salah ambil kain (jarik) yang dipakai dengan kebaya. Yang terambil itu kain jarik yang sebenarnya akan dipakai Eyang Mardjo Putri. Hehehehe, habis mau gimana, masak Mama Siwi yang sudah terlanjur cantik, musti bongkar kain lagi. Papa Sulis yang sempat sewot, mempertanyakan gimana koordinasi Mama Siwi dan Eyang Mardjo Putri ... ceroboh ya ...
Acara ngundhuh mantu berlangsung dari pukul 10.00 sampai 13.00 WIB. Ramai sekali suasana di rumah Bareng. Banyak kenalan, kerabat, dan keluarga berkumpul. Oya, ada Eyang Mekto Putri dari Surabaya, ada juga Oom Totok (anak dari Eyang Pungki Putri), ada juga Eyang Daru dan Eyang Tulus. Pokoknya ramai deh. Model resepsinya tidak beda dengan model minggu yang lalu juga, model piring terbang.
Resepsi diiringi lagu-lagu orang muda, wah modern sekali ya. Kali-kali itu emang pesanannya pengantin nih. Hehhehee. Oya, selama resepsi juga diselingi foto-foto dengan kedua pengantin.
Denger-denger nanti setelah menikah, Oom Bambang dan Tante Fifin akan tinggal di rumah Bareng. Tapi khan Oom Bambang kerja di Yogya. Kata Tante Fifin tiap hari akan “nglaju” Klaten-Yogya. Wow, hebat dong, asal hati-hati saja Oom …
Ok deh, Oom Bambang, Tante Fifin, sekali lagi selamat menempuh hidup baru ya. Cepetan punya momongan, biar rumah Klaten tidak sepi, Eyang Klaten biar seneng kalo rumah ramai. Biar juga Mbak Anin dan Dik Adid bisa tambah saudara sepupu.

Daisypath Ticker