Nikahan Oom Bambang dan Tante Fifin (part II)
Bukan nikahan lagi apalagi nikah 2 kali looo … tapi kali ini acara “ngundhuh mantu”. Mirip sih dengan acara resepsi pernikahan minggu yang lalu, tetapi di pihak cowoknya. Jadi acara ngundhuh mantu ini berlangsung di rumah Eyang Klaten di Bareng Klaten yang berlangsung tepat seminggu kemudian, hari Minggu 1 Juli 2007.
Sejak beberapa hari rumah Bareng kelihatan kesibukannya, mulai dari berbenah rumah, sampai memasang tratag dan meja kursi tamu.
Seperti minggu lalu, Mama Siwi juga dandan salon di Yogya. Eh, sempat ada accident lhoo pagi itu. Masak to, Mama Siwi salah ambil kain (jarik) yang dipakai dengan kebaya. Yang terambil itu kain jarik yang sebenarnya akan dipakai Eyang Mardjo Putri. Hehehehe, habis mau gimana, masak Mama Siwi yang sudah terlanjur cantik, musti bongkar kain lagi. Papa Sulis yang sempat sewot, mempertanyakan gimana koordinasi Mama Siwi dan Eyang Mardjo Putri ... ceroboh ya ...
Acara ngundhuh mantu berlangsung dari pukul 10.00 sampai 13.00 WIB. Ramai sekali suasana di rumah Bareng. Banyak kenalan, kerabat, dan keluarga berkumpul. Oya, ada Eyang Mekto Putri dari Surabaya, ada juga Oom Totok (anak dari Eyang Pungki Putri), ada juga Eyang Daru dan Eyang Tulus. Pokoknya ramai deh. Model resepsinya tidak beda dengan model minggu yang lalu juga, model piring terbang.
Resepsi diiringi lagu-lagu orang muda, wah modern sekali ya. Kali-kali itu emang pesanannya pengantin nih. Hehhehee. Oya, selama resepsi juga diselingi foto-foto dengan kedua pengantin.
Denger-denger nanti setelah menikah, Oom Bambang dan Tante Fifin akan tinggal di rumah Bareng. Tapi khan Oom Bambang kerja di Yogya. Kata Tante Fifin tiap hari akan “nglaju” Klaten-Yogya. Wow, hebat dong, asal hati-hati saja Oom …
Sejak beberapa hari rumah Bareng kelihatan kesibukannya, mulai dari berbenah rumah, sampai memasang tratag dan meja kursi tamu.
Seperti minggu lalu, Mama Siwi juga dandan salon di Yogya. Eh, sempat ada accident lhoo pagi itu. Masak to, Mama Siwi salah ambil kain (jarik) yang dipakai dengan kebaya. Yang terambil itu kain jarik yang sebenarnya akan dipakai Eyang Mardjo Putri. Hehehehe, habis mau gimana, masak Mama Siwi yang sudah terlanjur cantik, musti bongkar kain lagi. Papa Sulis yang sempat sewot, mempertanyakan gimana koordinasi Mama Siwi dan Eyang Mardjo Putri ... ceroboh ya ...
Acara ngundhuh mantu berlangsung dari pukul 10.00 sampai 13.00 WIB. Ramai sekali suasana di rumah Bareng. Banyak kenalan, kerabat, dan keluarga berkumpul. Oya, ada Eyang Mekto Putri dari Surabaya, ada juga Oom Totok (anak dari Eyang Pungki Putri), ada juga Eyang Daru dan Eyang Tulus. Pokoknya ramai deh. Model resepsinya tidak beda dengan model minggu yang lalu juga, model piring terbang.
Resepsi diiringi lagu-lagu orang muda, wah modern sekali ya. Kali-kali itu emang pesanannya pengantin nih. Hehhehee. Oya, selama resepsi juga diselingi foto-foto dengan kedua pengantin.
Denger-denger nanti setelah menikah, Oom Bambang dan Tante Fifin akan tinggal di rumah Bareng. Tapi khan Oom Bambang kerja di Yogya. Kata Tante Fifin tiap hari akan “nglaju” Klaten-Yogya. Wow, hebat dong, asal hati-hati saja Oom …
Ok deh, Oom Bambang, Tante Fifin, sekali lagi selamat menempuh hidup baru ya. Cepetan punya momongan, biar rumah Klaten tidak sepi, Eyang Klaten biar seneng kalo rumah ramai. Biar juga Mbak Anin dan Dik Adid bisa tambah saudara sepupu.

0 Comments:
Post a Comment
<< Home