Friday, June 15, 2007

Sindroma Saudara Kandung (Sibling Sindrome)

Banyak tulisan atau artikel di majalah atau di internet yang menulis tentang Sibling Sindrome. Konon, ini adalah sindrom yang diderita oleh anak-anak yang lebih tua ketika lahir adiknya. Sejak awal kehamilan, Mama Siwi sudah berusaha memberi pengertian kepada Anin bahwa nanti dia akan berperan sebagai ”mbak” (kakak) dan akan punya seorang adik. Jadi Anin musti bisa jadi teladan buat adiknya, juga harus sayang kepada adiknya. Memang Anin kelihatan sangat bersemangat dengan status barunya nanti sebagai seorang mbak. Namun, apa mau dikata, ketika benar-benar adiknya lahir, memang tidak mudah buat Mbak Anin untuk menghadapi kenyataan, melihat orang tuanya (Mama Siwi dan Papa Sulis) harus berbagi cinta juga kepada adiknya. Praktis yang sehari-hari Mama Siwi hanya memperhatikan Mbak Anin, pasti dengan hadirnya Dik Adid perhatian Mama Siwi akan terpecah juga. Buat Mama Siwi, tidak pernah sekalipun ada niatan untuk membeda-bedakan anak, baik anak sulung maupun anak bungsu, baik anak perempuan maupun anak laki-laki karena semuanya sama-sama anak yang harus mendapatkan cinta.
Satu contoh nyata, ketika hari pulangnya Mama Siwi dan Dik Adid dari RS. Semua orang, termasuk orang-orang ’kulon omah’, ada Eyang Sumi, ada Bulik Nil, ada Mbak Indi, semua berkumpul di rumah menyambut kedatangan anggota baru. Oya, ada juga Eyang Klaten Kakung dan Eyang Klaten Putri yang ikut menjemput di RS. Waktu itu, Mbak Anin sempat bilang ke Mbak Indi, ”Mbak Indi, Mbak Indi ... ini Anin, ini Anin …” Rupanya Anin mencoba meminta perhatian Mbak Indi agar tidak semua orang berkomentar dan menyambut kehadiran Dik Adid … Ada-ada saja …
Contoh lain, kalo Dik Adid rewel, nangis-nangis malam hari dan minta digendong Mama Siwi. Pasti spontan, Mbak Anin merajuk minta dikeloni Mama Siwi dan tidak mau dikeloni siapapun, tidak terkecuali Eyang Mardjo Kakung atau Papa Sulis (jika Papa Sulis pas ada di Yogya). Memang sulit juga ya, berbagi cinta itu … Wah, ini baru berbagi cinta kepada 2 anak. Gimana nanti kalo papanya anak-anak juga cemburu alias merasa diri tidak diperhatikan istri gara-gara Mama Siwi merhatiin Mbak Anin dan Dik Adid. Hehhehee, enggak ya Pa ….

1 Comments:

At 11:09 AM, Anonymous Anonymous said...

Sugeng Siang Pak Sulis dan keluarga.

Saya Ibu 2 anak. Yang pertama laki-laki 8 tahun dan yang kedua perempuan, baru menuju 10 bulan.

Saya tertarik dengan postingan Pak Sulis mengenai Sibling Sindrom, karena sepertinya anak laki-laki saya mengalami hal yang sama.

Sharing dong Pak, bagaimana mengatasi ini. apakah ada buku atau artikel yang bisa direferensikan? Terima kasih

 

Post a Comment

<< Home

Daisypath Ticker